Karya: Teguh Santoso
Pagi datang tanpa mengetuk pintu,
membawa terang yang terasa asing.
Aku menata hari dengan tangan gemetar,
seolah hidup harus dihafal ulang.
Bayangmu masih setia di sudut mata,
namun tak lagi menuntut untuk dimiliki.
Aku belajar melepaskan pelan-pelan,
seperti daun yang ikhlas jatuh ke tanah.
Jika dulu namamu adalah arah,
kini ia hanya penanda yang pernah ada.
Aku melangkah dengan luka yang jujur,
menjadikannya peta menuju dewasa.
Dan bila suatu saat kita saling sapa,
biarlah senyum yang lebih dulu bicara:
bahwa cinta pernah tinggal di sini,
dan kesepian telah mengajarkanku hidup.
Versi Bahasa Jepang
君なしで息をする
朝の光が 胸にしみて
君のいない 今日が始まる
震える心 抱きしめながら
もう一度 歩き出す
まだ瞳に 君が残って
それでも 手放していく
落ちる葉のように 静かに
痛みと 生きていく
君が道だった あの日々は
今はただの 記憶でも
この孤独が 教えてくれた
君なしで 息をする
Kimi Nashi de Iki o Suru
Asa no hikari ga mune ni shimite
kimi no inai kyō ga hajimaru
furueru kokoro dakishimenagara
mō ichido arukidasu
Mada hitomi ni kimi ga nokotte
soredemo tebanashite iku
ochiru ha no yō ni shizuka ni
itami to ikite iku
Kimi ga michi datta ano hibì wa
ima wa tada no kioku demo
kono kodoku ga oshiete kureta
kimi nashi de iki o suru.
Versi Bahasa Inggris
Breathing Without You
Morning light cuts through my chest,
Another day without your name.
With shaking hands I hold my heart,
Learning how to walk again.
Your shadow lingers in my eyes,
Still, I let you fade away.
Like falling leaves, I softly learn
To live with pain, to stay.
You were the road I used to follow,
Now just echoes of the past.
This loneliness has taught my soul
How to breathe without you at last.
Versi Bahasa Jawa
Ambegan Tanpa Sliramu
Esuk teka nyabet atiku,
dina tanpa sliramu diwiwiti.
Kanthi tangan gemeter nyawiji,
aku sinau mlaku maneh.
Bayangmu isih ana ing mripat,
nanging kudu tak tinggal alon-alon.
Kaya godhong tiba kanthi legawa,
urip bareng lara tak tampa.
Sliramu biyen dalanku,
saiki mung crita sing kepungkur.
Sepine ati mulang aku,
ambegan tanpa sliramu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar